Tuesday, 3 May 2016

Untuk Apa Allah Menciptakan Manusia


Allah menciptakan manusia tentunya memiliki alasan tertentu. Penciptaan manusia dari sperma (mani) yang bertemu dengan sel telur merupakan awal dari kehidupan manusia. Perjuangan telah dilakukan oleh salah satu diantara berjuta-juta sel sperma dalam membuahi sel telur. Satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur merupakan moment terpilihnya sang juara. Proses kehidupan mulai terjadi saat terbentuknya embrio kemudian berkembang untuk membentuk organ. Keadaan tersebut terus berkembang hingga dalam waktu empat bulan Allah sang Khaliq menyempurnakannya dengan peniupan ruh. Hal tersebut digambarkan dalam sebuah hadits dalam riwayat Imam Muslim sebagai berikut:

Hudzaifah bin Usaid, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: “Apabila nutfah telah berusia empat puluh dua malam, maka Allah mengutus malaikat, lalu dibuatkan bentuknya, diciptakan pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan tulangnya. Kemudian malaikat bertanya, ra Rabbi, laki-laki ataukah perempuan?’ Lalu Rabb-mu menentukan sesuai dengan kehendak-Nya, dan malaikat menulisnya, kemudian dia (malaikat) bertanya, Ya Rabbi, bagaimana ajalnya?’ Lalu Rabb-mu menetapkan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, dan malaikat menulisnya. Kemudian ia bertanya, ‘Ya Rabbi, bagaimana rezekinya?’ Lalu Rabb-mu menentukan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, dan malaikat menulisnya. Kemudian malaikat itu keluar dengan membawa lembaran catatannya, maka ia tidak menambah dan tidak mengurangi apa yang diperintahkan itu.



Dalam penciptaan manusia Allah SWT menyertakan akal pikiran yang memiliki fungsi untuk digunakan dalam mengenal, mempelajari dan mengelola alam sekitar mereka tinggal yang tentunya semua itu dalam rangka menjalankan perintah yang telah diberikan. Hal tersebut tercantum dalam Al-Qur'an yang artinya:

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.' Mereka berkata, 'Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?, Tuhan berfirman, 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."(QS Al Baqarah : 30). 

Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia diciptakan di bumi adalah sebagai khalifah (pemimpin) dimana tugas seorang khalifah adalah mengelola alam sekitar agar tetap terjaga dengan baik dan terjalin keharmonisan dalam menjalani kehidupan. Sebagai seorang pemimpin manusia bertugas menjaga berjalannya kehidupan mahluk didunia, baik sesama manusia, binatang, maupun alam sekitar manusia tinggal. Mengelola kehidupan dunia merupakan sebuah bentuk ibadah kepada Allah SWT yang merupakan perwujudan dari pelaksanaan perintah Sang Khalik yang tercantum dalam firman-Nya yang  berbunyi:

 "Tidaklah kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku"(QS. Adz- Dzariyat : 56). Sesuai dengan firman tersebut maka hendaklah tindak tanduk manusia ditujukan dalam rangka beribadah kepada-Nya."

Menjalankan kehidupan sebagai manusia memerlukan aturan dan strategi sehingga tujuan kehidupan tercapai agar hukum alam memihak dan menguntungkan manusia. Untuk itu manusia perlu mengetahui aturan yang sesuai dengan hukum alam yaitu dengan mengetahui aturan sang pencipta hukum alam yaitu aturan Allah Rabbul Alamin. Hal ini dikarenakan aturan Allah adalah aturan yang sesuai dengan kehidupan manusia dan sesuai dengan alam yang diciptakan-Nya. Untuk itu manusia memang harus memegang Al-Qur'an dan As Sunnah sebagai pedoman hidup
















1 comment: