Tuesday, 3 May 2016

PENGGUNAAN FACEBOOK PADA REMAJA SEBAGAI PENUNJANG BELAJAR


PENGGUNAAN FACEBOOK PADA REMAJA  SEBAGAI PENUNJANG BELAJAR




Tidak dipungkiri bahwa di era global sekarang ini masyarakat telah haus akan kebutuhan teknologi informasi. Tidak hanya masyarakat kalangan menengah keatas, bahkan sampai hampir disetiap kalangan membutuhkannya. Kebutuhan akan informasi dan gaya hidup merupakan faktor yang mempengaruhi akan kebutuhan ini. Teknologi informasi merupakan fasilitas yang menawarkan penggunanya dalam menyelesaikan suatu permasalahan seperti mencari informasi mengenai suatu topik dan berkomunikasi dengan pengguna lain. Salah satu produk dari perkembangan teknologi informasi adalah adanya jejaring sosial berupa Facebook.
Facebook merupakan jejaring sosial yang dapat digunakan oleh penggunanya untuk berkomunikasi dengan pengguna lain. Tidak hanya dapat mencari teman baru, para pengguna dapat mengetahui mengenai topik hangat yang kerap kali diperbincangkan. Selain itu pengguna jejaring sosial ini dapat membut grup dalam kepentingan tertentu.
Di Indonesia mengakses Facebook saat ini sudah menjadi rutinitas kebanyakan masyarakat, kususnya para remaja yang kebanyakan berstatus sebagai pelajar. Tidak hanya dengan menggunakan komputer/laptop saja tetapi kini dapat mengaksesnya melalui handphone dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh sejumlah provider telepon selular. Selain cara mengaksesnya, fasilitas yang ditawarkan juga beragam.
Fasilitas yang ditawarkan dalam Facebook dapat digunakan oleh beberapa kalangan sesuai dengan tujuannya masing-masing. Media ini dapat digunakan dalam mempromosikan suatu barang, tempat berdiskusi jarak jauh sampai tempat melampiaskan emosional seseorang. Untuk para remaja yang mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa Facebook dapat digunakan sebagai penunjang belajar. Dalam hal ini Facebook dapat digunakan sebagai tempat bertukar pikiran, berbagi ilmu dan materi yang didapat.
Berdasarkan hal tersebut perlu adanya pembahasan mengenai bagaimana Facebook dapat digunakan sebagai media penunjang belajar serta menganalisis bagaimana pengaruh penggunaannya terhadap prilaku dalam hal yang berkaitan dengan belajar. Hal ini dilakukan dengan melakukan studi literatur serta melakukan pengamatan terhadap objek bersangkutan.

 Belajar

Belajar merupakan masalah yang selalu dihadapi setiap individu dalamkesehariannya, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja individu ituberada. Belajar sudah tak asing lagi karena merupakan kebutuhan bagi kitasemua. Menurut Slameto (2003), “belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi  dengan lingkungannya”.
Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004), “belajar merupakan proses dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang”. Karena itu, belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai tujuan.
Dari pengertian di atas, dapat dibuat kesimpulan bahwa terjadinya proses belajar atau terjadinya perubahan tingkah laku sebelum kegiatan belajar mengajar suatu sistem harus direncanakan mendapatkan berbagai pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses belajar itu terjadi secara internal dan bersifat pribadi dalam diri pelajar, agar proses belajar tersebut mengarah pada tercapainya tujuan belajar yang memungkinkan perubahan tingkah laku sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan kata lain pembelajaran adalah proses membuat orang belajar. Seorang guru bertugas membantu orang belajar dengan cara memanipulasi lingkungan sehingga pelajar dapat belajar dengan mudah, artinya guru harus mengadakan pemilihan terhadap berbagai starategi pembelajaran yang ada, yang paling memungkinkan proses belajar pelajar berlangsung optimal. Dalam pembelajaran proses belajar tersebut terjadi secara bertujuan dan terkontrol (Arief, 1984)

Media Belajar
Media berasal dari bahasa Latin “medius” yang berarti pengantar atau perantara. Media dalam proses pembelajaran merujuk pada perantara sumber pesan berupa materi pembelajaran dari pengirim pesan yaitu pemberi materi pelajaran kepada penerima pesan atau materi pembelajaran yaitu siswa sehingga siswa terangsang perasaan, pikiran, perhatian, dan kemauan untuk belajar.
Media menurut Arsyad (2009), media adalah alat-alat grafis, photografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Menurut Gagne dan Briggs, media pembelajaran yaitu alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi dan komputer. Dengan kata lain, media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar (Arsyad, 2009).
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media belajar adalah media yang digunakan dalam belajar yang meliputi alat bantu dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar kepada penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajikan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru. Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa, sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien.

Teknologi dan Informasi

Kata Teknologi Informasi berasal dari kata Information Technology. Kata Technology berdasarkan Kamus Advanced Leaner’s Dictionary of Current English (1974) adalah penerapan pengetahuan secara sistematis pada tugas-tugas praktis dalam suatu industri. Senada dengan definisi tersebut, Sulistyo dan Basuki (1992) menyatakan bahwa Teknologi dapat diartikan sebagai pelaksanaan ilmu, sinonim dengan ilmu terapan .
Informasi merupakan sarana baku untuk menunjang dan meningkatkan kegiatan bidang Ilmu Pengetahuan, kebudayaan, dan teknologi. Pengetahuan, adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk memahami dunia, yang dapat diubah-ubah berdasarkan informasi yang diterima. Dalam makalah ini informasi secara singkat diartikan sebagai segala data, fakta, dan pengetahuan yang disampaikan kepada orang lain melalui berbagai media, dalam bentuk tekstual, gambar, maupun suara (Suwanto, 2003).

Facebook
Pengertian Facebook menurut wikipedia berbahasa indonesia adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School. Atau dapat juga diartikan Facebook adalah sebuah web jejaring sosial yang didirikan oleh mark zuckerberg dan diluncurkan pada 4 Februari 2004 yang memungkinkan para pengguna dapat menambahkan profil dengan foto, kontak, ataupun informasi personil lainnya dan dapat bergabung dalam komunitas untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan pengguna lainnya .
­Alasan uatama penggunaan Facebook adalah Facebook dapat menjadi sebuah tempat pelarian yang baik etika sedang penat. Seseorang menganggap bahwa bermain Facebook adalah sesuatu yang menyenangkan. Ketika bermain Facebook dipercara dapat mengembalikan konsentrasi (Kartajaya, 2011).
Kegunaan lain dari Facebook bagi sebuah perusahaan Facebook diciptakan untuk membantu orang bersosialaisasi secara online. Bagi para profesional, networking sangatlah penting. Dengan Facebook, seorang pekerja dapat membangun jejaringnya. Perusahaanpun dapat dengan mudah dapat dirasakan maupun dipikirkan oleh para pekerjanya dengan cara melihat apa yang ditulis di akun Facebook mereka. Para pekerja dapat bersosialisasi dengan klien-klien atau dapat mencari teman yang memiliki kesamaan (Kartajaya, 2011).
Selain sebagai media bisnis, Facebook juga dapat digunakan sebagai media pengajaran dan pendidikan. Pengajar maupun murid dapat menggunakan media ini untuk berkomunikasi. Beberapa manfaat Facebook dalam belajar antara lain (Juju dan Sulianta, 2010) :
1.      Sebagai alat dalam memantau aktivitas para murid.
2.      Sebagai tempat bertanya kepada pengajar mengenai topik materi pelajaran.
3.      Dapat digunakan untuk tempat berdiskusi.


Motivasi Penggunaan Facebook
Facebook merupakan jejaring social yang dapat dikatakan dikenal oleh seluruh remaja. Remaja yang memiliki motivasi tertentu dalam menggunakannya. Atas dasar rasionalitas tindakan sosial, Weber membedakanya ke dalam 4 (empat) tipe yaitu : Zwrek Rational, Werktrational Action, Affectual Action dan Tradisional Action. Pada tipe Zwerk Rational aktor tidak hanya sekedar menilai cara yang baik untuk mencapai tujuanya tetapi juga menentukan nilai dari tujuanya itu sendiri. Pengguna Facebook di kalangan remaja mempunyai cara untuk mencapai tujuanya yaitu memperoleh teman yang banyak dari berbagai daerah yang berbeda, dari sekolah yang berbeda dengan cara menggunakan Facebook secara benar sesuai aturan tanpa harus melakukan kontrofersi untuk menarik perhatian orang lain. Jadi tindakan yang mereka lakukan berdasarkan keinginan-keinginan yang timbul dari diri pribadi berdasarkan norma yang ada. Dari semua informan yang ada rata- rata memang mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin menambah teman yang lebih banyak.
Sesuai data yang didapat di lapangan, para remaja memiliki motivasi dalam menggunakan Facebook dengan alasan yang berbeda-beda.  Kebanyakan tindakan penggunaan Facebook pada remaja termasuk dalam Werktrational Action, aktor melakukan suatu tindakan tetapi ia tidak mengerti tujuanya. Dimana kebanyakan dari mereka, sebanyak 55% responden menggunakan Facebook karena mengikuti ajakan teman-temanya, tepatnya, menurut informan adalah ikut- ikutan teman. Walaupun begitu mereka juga sadar kalau mereka  memiliki motivasi dalam menggunakan Facebook untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk dua tipe berikutnya sebanyak 32.5% responden memiliki tujuan dan keinginan mereka terhadap motivasi penggunaan Facebook itu ditentukan oleh diri mereka sendiri dikarenakan keingintahuan mereka terhadap hal baru dan keinginan untuk mencapai tujuan tertentu.
Remaja memiliki dorongan berbeda dalam mengambil keputusan penggunaan Facebook. Motivasi yang terdapat dalam diri mereka akan terealisiasi dalam perilaku yang mengarah pada tujuan yang diinginkan untuk memperoleh kepuasan. Atas dasar itulah dapat dinyatakan bahwa motivasi mampu  memberikan kekuatan dan dorongan untuk menggerakkan diri seseorang dalam perilaku tertentu dan memberikan arahan terhadap diri seseorang untuk merespon atau melakukan kegiatan ke arah pencapaian tujuan.
Facebook sebagai jejaring sosial memang tujuan utamanya adalah untuk bersosialisasi dan menambah teman. Facebook memiliki peran sebagai media komunikasi jarak jauh yang ampuh, karena tidak harus bertemu muka kita dapat berkomunikasi dengan orang yang kita inginkan. Berbagi informasi lewat status yang dibagikan, karena status yang dibagikan seringkali adalah informasi-informasi yang cukup berharga yang bermanfaat.
4.2.Facebook Alat Komunikasi dalam Belajar
Facebook merupakan salah satu produk dari Computer Mediated Communication. Menurut A.F. Wood dan M.J. Smith adalah segala bentuk komunikasi antar individu, individu dengan kelompok, yang saling berinteraksi melalui komputer dalam suatu jaringan internet. CMC mempelajari bagaimana perilaku manusia dibentuk atau diubah melalui pertukaran informasi melalui media komputer.
Dalam perkembangannya komunikasi lewat media komputer terjadi peleburan antara komunikasi mediation dan immediate (McQuail dan Dennis. 2002). Mediation mengacu pada proses pertukaran pesan dimana pesan disampaikan melalui perantara media bentuk teknologi dari yang paling sederhana seperti kertas, sampai teknologi canggih seperti komputer internet. Immediate merupakan proses komunikasi tatap muka secara langsung tanpa adanya media perantara apapun (McQuail dan Dennis. 2002).
Facebook yang merupakan media komunikasi mediation dan immediate memiliki peran penting dalam belajar dan dapat dilakukan secara dua arah. Proses belajar tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya suatu komunikasi. Komunikasi dibutuhkan dalam proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Philip Kotler dalam bukunya, Marketing Management, berdasarkan paradigma Harold Lasswell menampilkan model proses komunikasi. Model ini secara lebih jelas bisa dilihat dalam gambar berikut: Unsur-unsur dalam proses komunikasi ini melipuiti:
-          Sender: Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
-          Encoding: Penyandaian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
-          Message: Pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
-          Media: Saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
-          Decoding: Penguraian sandi, yakni proses di mana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
-          Receiver: Komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
-          Response: Tanggapan, seperangkat reaksi dari komunikan setelah diterpa pesan.
-          Feedback: Umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
-          Noise: Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
Hal-hal tersebut diatas merupakan point penting yang dapat digunakan pada Facebook dalam berkomunikasi untuk menunjang belajar. Dalam proses belajar diperlukan komunikasi dua arah (komunikatif ) menjadikan komunikasi tersebut efektif. Dengan demikian tujuan belajar secara khas atau khusus, yaitu meningkatkan pengetahuan seseorang mengenai suatu hal sehingga ia menguasainya tercapai.

4.3.Fasilitas Facebook dalam Menunjang Belajar
Facebook merupakan media social yang memiliki lebih banyak fasilitas dibandingkan jejaring social lain. Kelebihan inilah yang menjadikan jejaring social ini banyak diminati oleh remaja. Fasilitas fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media yang dapat menunjang dalam hal belajar. Sesuai data yang diperoleh fasilitas-fasilitas yang digunakan oleh remaja dalam hal belajar adalah :
a.       Grup
Sebanyak 82.5% responden menyatakan memiliki grup kusus dalam hal belajar. Grup merupakan fasilitas yang ditawarkan oleh Facebook kepada penggunanya.  Dimana beberapa orang pengguna yang memiliki keperluan yang sama dapat bergabung dalam grup ini. Remaja yang kebanyakan merupakan pelajar dapat membentuk grup belajar. Dimana grup tersebut akan lebih spesifik aktivitasnya dalam hal yang menyangkut dalam hal belajar.
b.      Update Status
Fasilitas ini dapat digunakan oleh remaja dalam menyampaikan suatu statement atau materi tertentu oleh para penggunanya. Dengan demikian apa yang telah ditulis dapat dilihat oleh semua orang atau dalam grup tertentu. Pada fasilitas ini pengguna lain yang melihatnya dapat memberikan komentar terhadap statement yang telah dibuatnya serta mendiskusikannya. Dalam hal ini tercatat bahwa  sebanyak 42% responden sering melakukan diskusi dalam hal belajar.
c.       Upload  dan Download File
Pengguna Facebook dapat meng-upload (ungguh) file materi pelajaran yang dimiliki kepada temannya dan men-download (unduh) file yang telah di-upload oleh teman dalam Facebook. Sebanyak 90% responden pernah dan sering menggunakan upload  dan download file materi pelajaran. 55% dari mereka melakukannya sebanyak 2-5 kali dalam seminggu.
d.      Share
Fasilitas ini digunakan oleh remaja untuk meneruskan materi, statement, atau foto yang mereka dapatkan dari seorang pengguna kepada grup atau pengguna lain yang mereka kenal.
e.       Chat
Seorang remaja dapat melakukan komunikasi dengan seorang atau beberapa pengguna lain dalam hal bertanya atau mendiskusikan sesuatu.



2.      

DAFTAR PUSTAKA
Anonim a. Facebook. http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook. diakses pada 1 Juni 2014.
Ahmadi,A. dan Widodo,S. 2004. Psikologi Belajar. Rineka Cipta. Jakarta.
Arief, S. Sadiman. 1984. Media Pembelajaran, Pengertian, Pengembangan, penempatan. Rajawali. Jakarta
Arsyad. 2009. Media Pembelajaran .Jakarta: Raja Grafindo Persada. Rineka Cipta. Jakarta.
Juju, D. dan Sulianta,F. 2010. Hitam Putih Facebook. Elex Media Komputindo, Jakarta.
Kartajaya,H. 2011. Anxietiei Desires. 90 inights for Marketing to Youth, Women, Netizen in Indonesia. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Mangkulo,H.A. 2004. Trik dan Tips Pemrograman Visual Basic 6.0 dan. Microsoft Access. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo
McQuail dan Dennis. 2002. Teori Komunikasi Massa Erlangga, Jakarta.
Patria, Lintang, Yulianto,K. 2010. Pemanfaatan Facebook untuk Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar Online Secara Mandiri.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Sulistyo-Basuki. 1992. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Gramedia Pustaka. Jakarta.
Suwanto,S.A.  2003.Teknologi Informasi Untuk Perpustakaan dan Pusat Dokumentasi dan Informasi. Diklat Teknis Perpustakaan dan Dokumentasi. Semarang.



No comments:

Post a Comment