PENGGUNAAN FACEBOOK PADA REMAJA SEBAGAI PENUNJANG BELAJAR
Tidak dipungkiri bahwa
di era global sekarang ini masyarakat telah haus akan kebutuhan teknologi
informasi. Tidak hanya masyarakat kalangan menengah keatas, bahkan sampai
hampir disetiap kalangan membutuhkannya. Kebutuhan akan informasi dan gaya
hidup merupakan faktor yang mempengaruhi akan kebutuhan ini. Teknologi
informasi merupakan fasilitas yang menawarkan penggunanya dalam menyelesaikan
suatu permasalahan seperti mencari informasi mengenai suatu topik dan
berkomunikasi dengan pengguna lain. Salah satu produk dari perkembangan teknologi
informasi adalah adanya jejaring sosial berupa Facebook.
Facebook merupakan
jejaring sosial yang dapat digunakan oleh penggunanya untuk berkomunikasi
dengan pengguna lain. Tidak hanya dapat mencari teman baru, para pengguna dapat
mengetahui mengenai topik hangat yang kerap kali diperbincangkan. Selain itu pengguna
jejaring sosial ini dapat membut grup dalam kepentingan tertentu.
Di Indonesia mengakses Facebook
saat ini sudah menjadi rutinitas kebanyakan masyarakat, kususnya para remaja
yang kebanyakan berstatus sebagai pelajar. Tidak hanya dengan menggunakan
komputer/laptop saja tetapi kini dapat mengaksesnya melalui handphone dengan
berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh sejumlah provider telepon selular.
Selain cara mengaksesnya, fasilitas yang ditawarkan juga beragam.
Fasilitas yang
ditawarkan dalam Facebook dapat digunakan oleh beberapa kalangan sesuai dengan
tujuannya masing-masing. Media ini dapat digunakan dalam mempromosikan suatu
barang, tempat berdiskusi jarak jauh sampai tempat melampiaskan emosional
seseorang. Untuk para remaja yang mayoritas merupakan pelajar dan mahasiswa Facebook
dapat digunakan sebagai penunjang belajar. Dalam hal ini Facebook dapat
digunakan sebagai tempat bertukar pikiran, berbagi ilmu dan materi yang
didapat.
Berdasarkan hal
tersebut perlu adanya pembahasan mengenai bagaimana Facebook dapat digunakan
sebagai media penunjang belajar serta menganalisis bagaimana pengaruh
penggunaannya terhadap prilaku dalam hal yang berkaitan dengan belajar. Hal ini
dilakukan dengan melakukan studi literatur serta melakukan pengamatan terhadap
objek bersangkutan.
Belajar
Belajar merupakan masalah yang selalu dihadapi
setiap individu dalamkesehariannya, belajar dapat terjadi kapan saja dan di
mana saja individu ituberada. Belajar sudah tak asing lagi karena merupakan
kebutuhan bagi kitasemua. Menurut Slameto (2003), “belajar ialah suatu proses
usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya”.
Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004),
“belajar merupakan proses dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar
manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah
lakunya berkembang”. Karena itu, belajar berlangsung secara aktif dan
integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai tujuan.
Dari pengertian di atas, dapat dibuat kesimpulan
bahwa terjadinya proses belajar atau terjadinya perubahan tingkah laku sebelum
kegiatan belajar mengajar suatu sistem harus direncanakan mendapatkan berbagai
pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses belajar itu
terjadi secara internal dan bersifat pribadi dalam diri pelajar, agar proses
belajar tersebut mengarah pada tercapainya tujuan belajar yang memungkinkan
perubahan tingkah laku sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan kata lain
pembelajaran adalah proses membuat orang belajar. Seorang guru bertugas membantu
orang belajar dengan cara memanipulasi lingkungan sehingga pelajar dapat
belajar dengan mudah, artinya guru harus mengadakan pemilihan terhadap berbagai
starategi pembelajaran yang ada, yang paling memungkinkan proses belajar
pelajar berlangsung optimal. Dalam pembelajaran proses belajar tersebut terjadi
secara bertujuan dan terkontrol (Arief, 1984)
Media
Belajar
Media berasal dari bahasa Latin “medius” yang
berarti pengantar atau perantara. Media dalam proses pembelajaran merujuk pada
perantara sumber pesan berupa materi pembelajaran dari pengirim pesan yaitu
pemberi materi pelajaran kepada penerima pesan atau materi pembelajaran yaitu
siswa sehingga siswa terangsang perasaan, pikiran, perhatian, dan kemauan untuk
belajar.
Media menurut Arsyad (2009), media adalah alat-alat
grafis, photografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun
kembali informasi visual atau verbal.
Menurut Gagne dan Briggs, media pembelajaran yaitu
alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang
terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide
(gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi dan komputer. Dengan kata
lain, media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang
mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa
untuk belajar (Arsyad, 2009).
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa media belajar adalah media yang digunakan dalam belajar yang meliputi
alat bantu dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar kepada
penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media
belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajikan informasi belajar
kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik,
maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan
guru. Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi
antara guru dengan siswa, sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien.
Teknologi dan Informasi
Kata Teknologi Informasi berasal dari kata
Information Technology. Kata Technology berdasarkan Kamus Advanced Leaner’s
Dictionary of Current English (1974) adalah penerapan pengetahuan secara
sistematis pada tugas-tugas praktis dalam suatu industri. Senada dengan
definisi tersebut, Sulistyo dan Basuki (1992) menyatakan bahwa Teknologi dapat
diartikan sebagai pelaksanaan ilmu, sinonim dengan ilmu terapan .
Informasi merupakan sarana baku untuk menunjang dan
meningkatkan kegiatan bidang Ilmu Pengetahuan, kebudayaan, dan teknologi.
Pengetahuan, adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk memahami dunia, yang
dapat diubah-ubah berdasarkan informasi yang diterima. Dalam makalah ini
informasi secara singkat diartikan sebagai segala data, fakta, dan pengetahuan
yang disampaikan kepada orang lain melalui berbagai media, dalam bentuk
tekstual, gambar, maupun suara (Suwanto, 2003).
Facebook
Pengertian Facebook
menurut wikipedia berbahasa indonesia adalah sebuah situs web jejaring sosial
populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark
Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid
Ardsley High School. Atau dapat juga diartikan Facebook adalah sebuah web
jejaring sosial yang didirikan oleh mark zuckerberg dan diluncurkan pada 4
Februari 2004 yang memungkinkan para pengguna dapat menambahkan profil dengan
foto, kontak, ataupun informasi personil lainnya dan dapat bergabung dalam
komunitas untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan pengguna lainnya .
Alasan uatama
penggunaan Facebook adalah Facebook dapat menjadi sebuah tempat pelarian yang
baik etika sedang penat. Seseorang menganggap bahwa bermain Facebook adalah
sesuatu yang menyenangkan. Ketika bermain Facebook dipercara dapat
mengembalikan konsentrasi (Kartajaya, 2011).
Kegunaan lain dari Facebook
bagi sebuah perusahaan Facebook diciptakan untuk membantu orang bersosialaisasi
secara online. Bagi para profesional,
networking sangatlah penting. Dengan Facebook,
seorang pekerja dapat membangun jejaringnya. Perusahaanpun dapat dengan mudah
dapat dirasakan maupun dipikirkan oleh para pekerjanya dengan cara melihat apa
yang ditulis di akun Facebook mereka. Para pekerja dapat bersosialisasi dengan
klien-klien atau dapat mencari teman yang memiliki kesamaan (Kartajaya, 2011).
Selain sebagai media
bisnis, Facebook juga dapat digunakan sebagai media pengajaran dan pendidikan. Pengajar
maupun murid dapat menggunakan media ini untuk berkomunikasi. Beberapa manfaat Facebook
dalam belajar antara lain (Juju dan Sulianta,
2010) :
1.
Sebagai alat dalam memantau aktivitas
para murid.
2.
Sebagai tempat bertanya kepada pengajar
mengenai topik materi pelajaran.
3.
Dapat digunakan untuk tempat berdiskusi.
Motivasi Penggunaan Facebook
Facebook merupakan jejaring social yang dapat
dikatakan dikenal oleh seluruh remaja. Remaja yang memiliki motivasi tertentu
dalam menggunakannya. Atas dasar rasionalitas tindakan sosial, Weber
membedakanya ke dalam 4 (empat) tipe yaitu : Zwrek Rational, Werktrational
Action, Affectual Action dan Tradisional Action. Pada tipe Zwerk Rational aktor
tidak hanya sekedar menilai cara yang baik untuk mencapai tujuanya tetapi juga
menentukan nilai dari tujuanya itu sendiri. Pengguna Facebook di kalangan
remaja mempunyai cara untuk mencapai tujuanya yaitu memperoleh teman yang
banyak dari berbagai daerah yang berbeda, dari sekolah yang berbeda dengan cara
menggunakan Facebook secara benar sesuai aturan tanpa harus melakukan
kontrofersi untuk menarik perhatian orang lain. Jadi tindakan yang mereka
lakukan berdasarkan keinginan-keinginan yang timbul dari diri pribadi
berdasarkan norma yang ada. Dari semua informan yang ada rata- rata memang
mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin menambah teman yang lebih banyak.
Sesuai data yang didapat di lapangan, para remaja
memiliki motivasi dalam menggunakan Facebook dengan alasan yang berbeda-beda. Kebanyakan tindakan penggunaan Facebook pada
remaja termasuk dalam Werktrational Action, aktor melakukan suatu tindakan
tetapi ia tidak mengerti tujuanya. Dimana kebanyakan dari mereka, sebanyak 55%
responden menggunakan Facebook karena mengikuti ajakan teman-temanya, tepatnya,
menurut informan adalah ikut- ikutan teman. Walaupun begitu mereka juga sadar
kalau mereka memiliki motivasi dalam
menggunakan Facebook untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk dua tipe
berikutnya sebanyak 32.5% responden memiliki tujuan dan keinginan mereka
terhadap motivasi penggunaan Facebook itu ditentukan oleh diri mereka sendiri
dikarenakan keingintahuan mereka terhadap hal baru dan keinginan untuk mencapai
tujuan tertentu.
Remaja memiliki dorongan berbeda dalam mengambil
keputusan penggunaan Facebook. Motivasi yang terdapat dalam diri mereka akan
terealisiasi dalam perilaku yang mengarah pada tujuan yang diinginkan untuk
memperoleh kepuasan. Atas dasar itulah dapat dinyatakan bahwa motivasi
mampu memberikan kekuatan dan dorongan
untuk menggerakkan diri seseorang dalam perilaku tertentu dan memberikan arahan
terhadap diri seseorang untuk merespon atau melakukan kegiatan ke arah
pencapaian tujuan.
Facebook sebagai jejaring sosial memang tujuan
utamanya adalah untuk bersosialisasi dan menambah teman. Facebook memiliki
peran sebagai media komunikasi jarak jauh yang ampuh, karena tidak harus
bertemu muka kita dapat berkomunikasi dengan orang yang kita inginkan. Berbagi
informasi lewat status yang dibagikan, karena status yang dibagikan seringkali
adalah informasi-informasi yang cukup berharga yang bermanfaat.
4.2.Facebook
Alat Komunikasi dalam Belajar
Facebook merupakan salah satu produk dari Computer
Mediated Communication. Menurut A.F. Wood dan M.J. Smith adalah segala bentuk
komunikasi antar individu, individu dengan kelompok, yang saling berinteraksi
melalui komputer dalam suatu jaringan internet. CMC mempelajari bagaimana
perilaku manusia dibentuk atau diubah melalui pertukaran informasi melalui
media komputer.
Dalam perkembangannya komunikasi lewat media
komputer terjadi peleburan antara komunikasi mediation dan immediate (McQuail
dan Dennis. 2002). Mediation mengacu pada proses pertukaran pesan dimana pesan
disampaikan melalui perantara media bentuk teknologi dari yang paling sederhana
seperti kertas, sampai teknologi canggih seperti komputer internet. Immediate
merupakan proses komunikasi tatap muka secara langsung tanpa adanya media perantara
apapun (McQuail dan Dennis. 2002).
Facebook yang merupakan media komunikasi mediation
dan immediate memiliki peran penting dalam belajar dan dapat dilakukan secara
dua arah. Proses belajar tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya suatu
komunikasi. Komunikasi dibutuhkan dalam proses penyampaian pesan oleh
komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Philip Kotler dalam bukunya, Marketing Management,
berdasarkan paradigma Harold Lasswell menampilkan model proses komunikasi.
Model ini secara lebih jelas bisa dilihat dalam gambar berikut: Unsur-unsur
dalam proses komunikasi ini melipuiti:
-
Sender: Komunikator yang
menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
-
Encoding: Penyandaian, yakni
proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
-
Message: Pesan yang
merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
-
Media: Saluran komunikasi
tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
-
Decoding: Penguraian sandi,
yakni proses di mana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan
oleh komunikator kepadanya.
-
Receiver: Komunikan yang
menerima pesan dari komunikator.
-
Response: Tanggapan,
seperangkat reaksi dari komunikan setelah diterpa pesan.
-
Feedback: Umpan balik, yakni
tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
-
Noise: Gangguan tak
terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan
lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator
kepadanya.
Hal-hal
tersebut diatas merupakan point penting yang dapat digunakan pada Facebook
dalam berkomunikasi untuk menunjang belajar. Dalam proses
belajar diperlukan komunikasi dua arah (komunikatif ) menjadikan komunikasi
tersebut efektif. Dengan demikian tujuan
belajar secara khas atau khusus, yaitu meningkatkan pengetahuan seseorang
mengenai suatu hal sehingga ia menguasainya tercapai.
4.3.Fasilitas
Facebook dalam Menunjang Belajar
Facebook
merupakan media social yang memiliki lebih banyak fasilitas dibandingkan
jejaring social lain. Kelebihan inilah yang menjadikan jejaring social ini
banyak diminati oleh remaja. Fasilitas fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan
sebagai media yang dapat menunjang dalam hal belajar. Sesuai data yang
diperoleh fasilitas-fasilitas yang digunakan oleh remaja dalam hal belajar
adalah :
a. Grup
Sebanyak
82.5% responden menyatakan memiliki grup kusus dalam hal belajar. Grup
merupakan fasilitas yang ditawarkan oleh Facebook kepada penggunanya. Dimana beberapa orang pengguna yang memiliki
keperluan yang sama dapat bergabung dalam grup ini. Remaja yang kebanyakan
merupakan pelajar dapat membentuk grup belajar. Dimana grup tersebut akan lebih
spesifik aktivitasnya dalam hal yang menyangkut dalam hal belajar.
b. Update
Status
Fasilitas
ini dapat digunakan oleh remaja dalam menyampaikan suatu statement atau materi
tertentu oleh para penggunanya. Dengan demikian apa yang telah ditulis dapat
dilihat oleh semua orang atau dalam grup tertentu. Pada fasilitas ini pengguna
lain yang melihatnya dapat memberikan komentar terhadap statement yang telah
dibuatnya serta mendiskusikannya. Dalam hal ini tercatat bahwa sebanyak 42% responden sering melakukan
diskusi dalam hal belajar.
c. Upload dan Download File
Pengguna
Facebook dapat meng-upload (ungguh)
file materi pelajaran yang dimiliki kepada temannya dan men-download (unduh) file yang telah di-upload oleh teman dalam Facebook. Sebanyak
90% responden pernah dan sering menggunakan upload dan download
file materi pelajaran. 55% dari mereka melakukannya sebanyak 2-5 kali dalam
seminggu.
d. Share
Fasilitas
ini digunakan oleh remaja untuk meneruskan materi, statement, atau foto yang mereka
dapatkan dari seorang pengguna kepada grup atau pengguna lain yang mereka
kenal.
e. Chat
Seorang
remaja dapat melakukan komunikasi dengan seorang atau beberapa pengguna lain
dalam hal bertanya atau mendiskusikan sesuatu.
2.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahmadi,A. dan Widodo,S. 2004.
Psikologi Belajar. Rineka Cipta. Jakarta.
Arief,
S. Sadiman. 1984. Media
Pembelajaran, Pengertian, Pengembangan, penempatan. Rajawali.
Jakarta
Arsyad.
2009. Media Pembelajaran
.Jakarta: Raja Grafindo Persada. Rineka Cipta. Jakarta.
Juju, D. dan Sulianta,F. 2010.
Hitam Putih Facebook. Elex Media Komputindo, Jakarta.
Kartajaya,H. 2011. Anxietiei
Desires. 90 inights for Marketing to Youth, Women, Netizen in Indonesia.
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Mangkulo,H.A.
2004. Trik dan Tips Pemrograman Visual Basic 6.0 dan. Microsoft
Access. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo
McQuail dan Dennis. 2002. Teori Komunikasi Massa Erlangga, Jakarta.
Patria, Lintang, Yulianto,K. 2010. Pemanfaatan Facebook
untuk Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar Online Secara Mandiri.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Cipta
Sulistyo-Basuki. 1992. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Gramedia Pustaka. Jakarta.
Suwanto,S.A.
2003.Teknologi Informasi Untuk Perpustakaan dan Pusat Dokumentasi dan
Informasi. Diklat Teknis Perpustakaan dan Dokumentasi. Semarang.


No comments:
Post a Comment